Foto : Istimewa

PARIS, AKTIFLAB.com -- Dampak pemanasan global terus terasa. Bahkan, di masa depan nanti curah hujan di bumi diprediksi akan mengalami penurunan. Tentunya, fenomena tersebut jauh berbeda dengan dampak pemanasan yang terjadi di masa lalu yang cenderung meningkatkan curah hujan.

Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Nature baru-baru ini, para pakar iklim dunia mengungkapkan bahwa pemanasan global yang disebabkan oleh gas rumah kaca dari aktivitas manusia memiliki dampak berbeda dari pemanasan yang hanya disebabkan oleh peningkatan radiasi Matahari.

Menurut para ilmuwan, perbedaan tersebut disebabkan karena gas rumah kaca memicu pemanasan pada zona atmosfer berbeda. Gas rumah kaca memperkecil perbedaan temperatur antarlapisan atmosfer. Atmosfer menjadi lebih stabil sehingga curah hujan menurun.


"Untuk peningkatan temperatur yang sama, pemanasan akibat radiasi Matahari saja akan memicu curah hujan lebih tinggi daripada gas rumah kaca," papar peneliti dalam publikasinya di Nature, seperti dikutip AFP.

"Dengan lebih sedikit curah hujan akibat pemanasan karena gas rumah kaca, maka berarti secara rata-rata ada potensi peningkatan kekeringan," kata peneliti dari International Pacific Research Center, University of Hawaii, Bin Wang yang terlibat riset.

Radiasi Matahari bisa meningkat karena aktivitas vulkanik, label aerosol di atmosfer, dan perubahan orbit Bumi terhadap Matahari. Hasil riset ini menunjukkan adanya potensi turunnya curah hujan di masa depan secara global.

Sumber: AFP

Editor: Eugene Sakti