FOTO : ISTIMEWA
JAKARTA, AKTIFLAB.com --Bagi yang berminat untuk melanjutkan studi ke Belanda, Negeri Kincir Angin tersebut membuka kesempatan dengan mengadakan 4 program beasiswa. Pelajar Indonesia dapat mengikuti sejumlah program beasiswa yang ditawarkan, baik oleh Pemerintah Belanda maupun Nuffic Neso Indonesia bersama universitas-universitas di Belanda.

Inilah 4 program beasiswa yang tersebut :

1. Beasiswa StuNed
Beasiswa kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda ini menawarkan beasiswa untuk jenjang S-2, short course, ataupun pelatihan khusus bagi kelompok tertentu atau Tailor-Made Training. Setiap tahun, menurut Nuffic Neso, ada 200-250 mahasiswa Indonesia yang berangkat dengan beasiswa ini sejak diluncurkan pada 2000.

Pendaftaran beasiswa StuNed untuk tahun akademis 2013 telah dibuka sejak Januari 2013. Sementara itu, tenggat waktunya berakhir dengan jadwal berbeda. Pendaftaran aplikasi program short course periode Juli-Desember 2013 berakhir pada 1 Maret 2013, sementara program short course periode Januari-Juni 2014 pada 1 Oktober 2013. Aplikasi program S-2 ditunggu paling lambat 15 Maret 2013.

Beasiswa StuNed mengharuskan kandidat sedang bekerja dan memiliki pengalaman bekerja minimal 2 tahun di instansi terakhir serta kemampuan bahasa Inggris yang baik, dibuktikan dengan skor IELTS min 6 atau internet-based TOEFL 80.

2. Beasiswa NFP
Beasiswa Netherlands Fellowship Programme (NFP) ditujukan khusus bagi warga negara berkembang di dunia, termasuk Indonesia, untuk program S-2, S-3, dan short-course. Para pelamar perlu memerhatikan persyaratan berikut ini, yaitu pengalaman bekerja akumulatif minimal 3 tahun.

Pendaftaran gelombang pertama beasiswa NFP yang dibuka pada tanggal 30 November 2012 telah ditutup pada tanggal 5 Februari lalu. Namun, pendaftaran gelombang berikutnya akan kembali dibuka pada 1 Maret 2013 dan ditutup pada tanggal 7 Mei 2013.

3. Beasiswa OTS
Beasiswa Orange Tulip (OTS) merupakan kolaborasi Nuffic Neso Indonesia dengan institusi pendidikan tinggi Belanda dan perusahaan swasta, seperti Air France KLM, serta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Saat ini, ada 40 beasiswa untuk program Foundation (persiapan), S-1, S-2, dengan total pendanaan melebihi 400.000 euro atau senilai Rp 5 miliar.

Pelamar yang berminat perlu mendaftar terlebih dulu ke universitas di Belanda. Namun untuk mendaftar beasiswa ini, tak perlu menunggu sampai pendaftar memiliki surat penerimaan atau letter of acceptance dari universitas yang dituju. Pendaftaran beasiswa OTS akan ditutup pada tanggal 1 Mei 2013.

4. Beasiswa DIKTI-PhD Special Channel
Nah, program beasiswa yang merupakan kerja sama dari DIKTI dan Nuffic Neso Indonesia ini bertujuan untuk menyediakan bantuan finansial bagi dosen tetap, calon dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemdikbud untuk mengikuti program doktoral di Belanda.

Pendaftaran beasiswa ini dibuka sepanjang tahun oleh DIKTI. Seleksi dan keberangkatan peserta akan dilakukan tiga kali dalam setahun oleh DIKTI. Khusus untuk beasiswa ini, informasi lengkapnya bisa dilihat melalui website resmi Nuffic Neso Indonesia.

Jadi, tertarik untuk melanjutkan studi ke Belanda dengan beasiswa? Segeralah mempersiapkan diri. Namun, yang paling penting, kandidat perlu memastikan minatnya terhadap program studi yang akan dituju.

"Untuk mendapatkan beasiswa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan program studi apa yang ingin diambil, kemudian mencari apakah program studi yang diminati tersebut ditawarkan di Belanda. Jika memang ada, segeralah mendaftar ke universitas tujuan karena salah satu persyaratan untuk diikutkan dalam proses seleksi beasiswa adalah sudah diterima di institusi pendidikan tinggi di Belanda," ujar Student Counsellor di Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari.

Sumber : Kompas
Editor : Azka