FOTO: ISTIMEWA
   

JAKARTA, AKTIFLAB.com -- Belajar dari pengalaman yang lalu, Ketua Panitia SNMPTN 2013, Akhmaloka, menjanjikan akan menyediakan fasilitas agar sekolah yang hendak mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) tidak terhambat. Dengan demikian, siswa sekolah yang bersangkutan tetap berpeluang meraih kursi pada SNMPTN 2013 ini.

"Kalau mereka kesulitan internet, kita kasih fasilitas. Kita bawa komputer yang bisa diakses saat itu untuk isi PDSS atau ada kepala dinas dikumpulkan di satu tempat untuk isi itu," kata Akhmaloka seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (4/2/2013).


Selanjutnya, untuk menjangkau siswa asal daerah yang berminat mengikuti SNMPTN, panitia gencar melakukan sosialisasi yang difokuskan pada daerah-daerah yang memang sulit mendapatkan informasi baik dari media cetak maupun elektronik.

"Kalau Jakarta semua orang baca koran, Kepala Sekolah juga terakses internet. Tapi ini kan tidak semua wilayah seperti Jakarta, Bandung atau Jogja," ujar Akhmaloka.

Selain sosialisasi dan penyediaan fasilitas, pihaknya juga mengerahkan 61 PTN yang ikut dalam SNMPTN ini untuk menjemput sekolah-sekolah di daerah tempatnya yang mendapat kesulitan akses pengisian PDSS.

"Kami kerahkan 61 PTN untuk jemput sekolah-sekolah. Ada tim dari PTN setempat juga yang datang untuk sosialisasikan apa itu SNMPTN," tambahnya kemudian.

Sementara itu, bagi sekolah yang tidak bisa mendaftarkan siswanya karena tidak mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2013 Rochmat Wahab mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kesalahan Dinas Pendidikan sehingga harus diperiksa ulang.

"Setiap siswa yang ikut ini, sekolahnya harus punya NPSN. Ini kesalahan dinas kalau sekolah nggak bisa masukkan datanya karena nggak punya NPSN," tandasnya.

Dari 27.630 sekolah yang ada di seluruh Indonesia, baru sebanyak 11.695 sekolah yang sudah mengisi PDSS untuk keperluan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Sekolah yang belum mengisi PDSS ini sebagian ditengarai karena ada kendala teknis.

SUMBER: KOMPAS.com

Editor: Eugene Sakti