ILUSTRASI. (FOTO : ISTIMEWA)

JAKARTA, AKTIFLAB.com -- Perilaku merokok pelajar yang semakin naik prosentasenya setiap tahun, membuat banyak kalangan prihatin. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya informasi dan edukasi mengenai bahaya merokok kepada pelajar.Demikian dikatakan Ahmad Samsul Bahri, aktivis anti rokok dari Modernisator dalam rilis yang disampaikan Jumat kemarin.

Menurut samsul, pencegahan sejak usia remaja merupakan salah satu usaha dalam menekan pelajar untuk tidak mulai merokok. Untuk menurunkan prevalensi perokok pada pelajar, guru diharapkan memiliki peran strategis, seperti menyampaikan bahaya merokok ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung.

"Harus ada aksi nyata dalam mencegah pelajar dari ketergantungan rokok. Karena selaku pendidik, guru bisa memberikan langsung informasi tentang bahaya merokok melalui pelajaran yang mereka ajarkan kepada siswa-Siswinya," kata Samsul.

Atas dasar itulah FE Universitas Trisakti dan Modernisator bekerjasama dengan beberapa guru di DKI Jakarta berinisiasi menyusun modul bahan ajar pencegahan merokok pada pelajar yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran. Pendekatan tematik integratif ini sejalan dengan kurikulum 2013 yang rencananya akan diterapkan oleh pemerintah tahun ini.

Sumber : Suara Karya

Editor : Azka