FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA, AKTIFLAB.com -- Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diterbitkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk siswa SD, SMP, dan SMA atau SMK yang sudah diluncurkan akhir tahun lalu mulai memberikan dampak positif bagi seluruh siswa yang mendapatkannya.

KJP yang diluncurkan oleh Jokowi memiliki banyak fungsi. Kartu berbentuk seperti ATM ini bisa digunakan para siswa untuk membeli buku, seragam, dan keperluan sekolah lainnya.

Nominal setiap kartu berbeda, untuk siswa SMA atau SMK akan diberikan Rp 240.000, SMP sebesar Rp 210.000 dan SD Rp 180.000 dalam satu bulan. Uang tersebut bisa diambil kapan saja tergantung kebutuhan siswa.


Akses untuk menuntut ilmu sampai tingkat Sekolah Menengah Atas sudah sangat mudah karena sekolah sudah tidak memungut biaya lagi. Bahkan bagi siswa yang berprestasi untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri secara gratis  juga sudah ada jalannya.

Saat ini ada SNMPTN Undangan yang bisa diikuti oleh seluruh murid dan pendaftarannya pun juga gratis. "Semua murid bisa ikut tesnya secara gratis dan bagi yang tidak mampu, sekolah mengusahakan program didik misi agar bisa kuliah secara gratis sampai lulus," tutur Endang Sri Astuti selaku guru Bimbingan Konseling SMAN 40 Jakarta.

Namun sangat disayangkan program yang sudah sangat baik dari pemerintah ini belum dimaksimalkan oleh masyarakat. Masih banyak masyarakat yang belum mampu membentengi diri terhadap kemajuan tekhnologi.

"Sangat disayangkan pemerintah sudah sangat memperhatikan tetapi masih belum berjalan lancar karena masyarakat belum bisa membentengi dirinya dari kemajuan teknologi dari hal-hal negatif," ungkap Endang.

Tak ada lagi alasan khususnya bagi masyarakat Jakarta untuk tidak bersekolah. Berbagai macam sosialisasi juga sudah dilakukan oleh pihak sekolah. "Untuk anak Jakarta sangat beruntung karena tanpa biaya sudah bisa bersekolah sampai SMA bahkan gratis untuk masuk perguruan tinggi asalkan rajin dan berprestasi. Sekolah juga sudah melakukan sosialisasi dengan memanggil orangtua murid," tambahnya.

Penulis: Rahayu Aditya

Editor: Eugene Sakti