ILUSTRASI. (FOTO : ISTIMEWA)
JAKARTA, AKTIFLAB.com -- Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) akan segera digelar, murid-murid Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sudah berada pada akhir studi tengah bersiap untuk menghadapi seleksi tersebut. Namun, tidak jarang yang gagal akibat sebuah faktor.

"Kegagalan siswa dalam menembus SNMPTN selama ini selain faktor kemampuan akademik, disebabkan tidak bijaknya siswa menentukan strategi pilihan prodi," kata Humas Panitia Lokal SNMPTN 2013 Universitas Lampung (Unila), Muhammad Komarudin, seperti dikutip dari situs Unila, Sabtu (16/2/2013).

Menurutnya, faktor penguasaan diri menjadi penting kala kita ingin memilih universitas yang akan kita masuki. Penguasaan diri tersebut, seperti mengetahui sejauh mana kemampuan kita dalam menyerap pelajaran yang ada, maupun kemampuan kita menghadapi ujian yang diberikan guru selama ini.

Misalnya, jika nilai rapor kita pas-pasan, dan perkiraan nilai UN kita pun enggak terlalu bagus, jangan nekat memilih jurusan kedokteran hanya karena itu favorit dan orangtua menuntut kita jadi dokter. Pasalnya, untuk masuk ke jurusan kedokteran kita harus memiliki nilai rata-rata tinggi. Akan lebih bijaksana jika kita memilih prodi lain yang mungkin ditembus dengan bekal nilai kita tadi. Dengan begitu, peluang masuk PTN pun akan lebih besar.

Dia menilai, tidak jarang dengan karena alasan keinginan orangtua maka para siswa malah tidak mempunyai gambaran yang jelas, akan apa yang dia inginkan di universitas. Padahal, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk masuk di universitas negeri

"Tak jarang ada siswa yang sebenarnya berkemampuan akademik baik tetapi gagal SNMPTN karena terlalu memaksakan diri berkompetisi pada prodi dengan tingkat persaingan tinggi dan jauh dari jangkauan kemampuan akademiknya," kata Komarudin.
Sumber : Okezone
Editor : Azka